JakOnline – Jakampus Persija, komunitas suporter berbasis mahasiswa, memperlihatkan bahwa protes tidak selalu harus identik dengan tarik urat. Dalam aksi terbaru mereka pada Selasa (13/5) sore, mereka menunjukkan protes terhadap performa menurun Persija dengan aksi mawar.
Tidak hanya bunga, Jakampus juga membawa lembaran zine hasil buah tangan rekan-rekan, untuk kemudian diberikan kepada para pemain. Ada makna tersirat yang coba disampaikan melalui pemberian mawar tersebut.
Bunga yang kami berikan memiliki arti simbolis bahwa sesuatu yang indah juga bisa menyakiti,\” ucap Daffa Zaidan Adinulloh, atau yang akrab disapa Dakuy. \”Namun, rasa sakit tersebut bisa hilang apabila dipangkas setiap akar dan durinya. Setiap bunga menjelang layu, bunga yang lain semakin banyak tumbuh. Sekalipun bunga harus layu, semangat para punggawa Persija harus tetap utuh.\”Adapun Zine menurut Daffa sebagai bentuk produk intelektual yang sangat efektif ketimbang protes verbal. Zine, menurutnya, lebih membekas karena bisa dibaca pemain Persija setiap saat.
Zine yang kami berikan sebagai bentuk produk intelektualitas,\” lanjut Daffa. \”Membaca lebih efesien dan melekat dibandingkan harus mendengar kemudian lupa. Bagian layout zine menampilkan sejarah harum tim Persija Jakarta.
Terdapat pula potongan gambar yang sangat memorable terlebih pada tahun 2001 saat itu Bambang Pamungkas masih sangat belia. Saat ini Bambang Pamungkas dan Persija bukan hanya bagian dari sejarah. Tapi harus bisa menciptakan sejarah lebih dari omong kosong piala usang.\
Daffa menambahkan, pihaknya tidak terpengaruh tanggapan miring bahwa kehadiran mereka hanya akan mengganggu latihan Persija.
Kami menghormati sesi latihan. Maka dari itu bunga dan zine dibagikan setelah latihan selesai. Selama latihan berlangsung kami bernyanyi agar pemain sadar kami selalu mendukung dimana pun mereka berada.
Kami datang ke Sawangan bukan penuh dengan amarah dan kebencian. Kami hanya ingin menyemangati para pemain dan mengkritik manajemen agar musim depan Persija dapat kembali menjadi tim papan atas dan (bahkan) juara.\
Daffa juga menambahkan bahwa kedatangan kritik yang disampaikan sebagai bentuk kasih sayang terhadap Persija. Perbaikan jangka pendek harus dibuktikan seluruh perangkat tim dalam dua pertandingan tersisa di musim ini.
Sedangkan perbaikan jangka panjang Jakampus menuntut agar manajemen melakukan perombakan besar-besaran Persija untuk musim selanjutnya. Hal tersebut agar bisa kembali bersaing di jalur juara. Arfan-Jakampus
