JakOnline – Ketiga calon yang saat ini sudah mendaftar di Pilkada Jakarta masing-masing melontarkan pernyataan bahwa akan mendukung Persija dalam berbagai aspek.Pramono-Rano menyebut akan membuat Persija mudah bermain di Jakarta. Lalu ada Ridwan Kamil-Suswono akan mencintai dan mendukung Persija agar terus berprestasi. Terakhir, ada Dharma-Kun bisa dibilang yang paling sesumbar diantara yang lain karena menjanjikan penggunaan Jakarta Internasional Stadium secara gratis untuk pertandingan Persija.
Sejatinya Persija dan Jakmania tidak pernah mengajukan diri untuk terjebak dalam politik praktis. Sebaliknya justru Persija dan Jakmania yang selalu digunakan sebagai alat untuk menaikan elektabilitas calon tertentu.Ini dikarenakan besarnya animo masyarakat yang menyukai Persija. Maka, Jakmania dan suporter Persija secara umum, menjadi ladang suara yang potensial.
Secara rasional saat Persija dijanjikan dengan kebijakan yang berpihak harapan nya adalah basis Jakmania yang besar ini juga bisa ikut memilih salah satu paslon. Jakmania sendiri saat ini memiliki anggota yang ber KTA aktif sekitar ± 80.000 yang tersebar di 80 koordinator wilayah resmi, delapan biro resmi diluar Jabodetabek dan satu biro resmi di luar negeri (Jepang).
Dengan mayoritas penonton yang selalu hadir di stadion adalah laki-laki yang berusia produktif tidak heran framing kebijakan yang pro Persija akan menjadi lahan suara yang basah bagi calon yang berkontestasi.Selain mendapat ladang suara basah para kontestan di Pilkada Jakarta juga berpeluang menaikkan elektabilitas dan popularitasnya dengan membahas isu Persija dan Jakmania karena sudah pasti akan menjadi viral dan mendapat banyak tanggapan di media sosial dari Jakmania.
Hal ini berdasarkan akumulasi jumlah pengikut akun official resmi Persija dan Jakmania di tiktok, Facebook dan Instagram, X dan YouTube berjumlah ± 13.000.000 pengikut.Tidak heran tingginya penolakan salah satu calon gubernur yaitu Ridwan Kamil karena dinilai pernah menjabat sebagai walikota Bandung dan Gubernur Jawa Barat yang dinilai memiliki relasi yang kuat dengan Persib.
Terlebih memang Ridwan Kamil putra daerah yang lahir di tanah Sunda, menjadikannya isu yang berseliweran di berbagai beranda media sosial beberapa waktu terakhir. Terlebih saat dalam beberapa kesempatan Ridwan Kamil selalu membawa isu Persija, sebab saat Persija dan Jakmania dibawa akan banyak orang yang meresponnya.
Persija dan Jakmania bagi sebagian orang awam mungkin hanya sebuah klub sepakbola dan suporter nya saja. Namun dalam konteks kacamata politik memiliki posisi yang strategis dan value yang penting karena berdampak besar pada pergerakan suara di Pilkada Jakarta nanti.Persija dan Jakarta mungkin sudah memiliki stadion yakni Jakarta Internasional Stadium tapi disisi lain Persija masih sering kesulitan untuk bermain di Jakarta dengan berbagai alasan.
Momentum politik Pilkada Jakarta ini tentu saja akan menjadi sangat penting sebagai penentu akankah Jakarta kembali memiliki Gubernur yang benar-benar mencintai sepakbola dan kebijakannya berpihak pada Persija.Hal ini menunjukkan bahwa Persija dan Jakmania memiliki peran dan pengaruh yang luar biasa di Jakarta, sehingga tim dan suporter nya ini selalu di pertimbangkan dalam setiap kontestasi politik Jakarta. (ascp)
