Monday, August 24, 2026

JakOnline – Ada anekdot yang familiar di telinga banyak orang tentang cowok ditolak cewek kemudian langsung cari pelampiasan di gym. Kurang lebih seperti itulah kondisi Persija Jakarta sepanjang jendela transfer jeda musim ini. Setelah gagal meraih gelar juara musim lalu, tim ibu kota langsung tancap gas melakukan pembenahan di berbagai sektor.

Langkah awal yang paling mencuri perhatian adalah penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala yang juga merangkap manajer tim. Kehadiran pelatih asal Korea Selatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Persija serius melakukan pembenahan demi meningkatkan daya saing tim.

Setelah pengumuman Shin Tae-yong, aktivitas Persija sempat senyap. Namun, klub kemudian kembali membuat gepar jagat media dengan peningkatan fasilitas latihan. Kualitas sarana yang dimiliki mengalami pembaruan, terutama pada aspek lapangan dan rumput. Selain juga penataan berbagai fasilitas pendukung di kawasan pemusatan latihan juga ditingkatkan.

Selesai dengan infrastruktur, Persija kembali mengumpulkan tenaga untuk penguatan skuad dengan merekrut sejumlah nama. Satu hal yang menarik perhatian, dari tujuh nama yang direkrut, lima pemain didatangkan melalui skema transfer permanen. Dengan kata lain, Persija tidak menunggu kontrak para pemain tersebut berakhir bersama klub sebelumnya, melainkan menebus mereka secara langsung.

Dari tujuh pemain yang didatangkan mulai dari Denis Kolinger, Radovan Pankov, Kyohei Yoshino, Kerim Memija, Kwon Chang-hoon, Stjepan Loncar, hingga Nadeo Argawinata, anya Kolinger dan Pankov yang dididatangkan secara gratis. Lima nama lainnya didatangkan dengan melibatkan kompensasi kepada klub asal masing-masing.

Langkah tersebut dapat dipandang sebagai gestur profesional Persija dalam proses transfer. Aktivitas transfer Persija mungkin belum berakhir. Bisa jadi masih ada nama baru yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Namun, bisa pula skuad saat ini menjadi komposisi akhir yang disiapkan menghadapi musim baru.

Terlepas dari itu, apa yang sudah dilakukan sejauh ini memperlihatkan keseriusan Persija untuk menebus kegagalan musim lalu. Alih-alih mencari alasan atau membangun narasi negatif terhadap pihak lain, Persija memilih fokus melakukan evaluasi dan pembenahan demi kembali bersaing di jalur perebutan gelar. (JO)

Tags: , , , , ,

Related Article

0 Comments

Leave a Comment