Wednesday, October 21, 2026


JakOnline – Beberapa tahun belakangan, Persija Jakarta dan segenap elemen pendukung seperti suporter, gencar menyuarakan kampanye “Tribun Tanpa Asap Rokok”. Tujuannya sederhana, menjadikan tribun stadion menjadi tempat yang ramah bagi segala kalangan, tidak terbatas hanya pada pria dewasa usia produktif saja.Segmen keluarga yang lebih luas seperti ibu dan anak juga diharapkan bisa datang dan menikmati pertandingan di tribun.

Layaknya sebuah misi, perjalanannya tentu tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dilewati baik faktor eksternal dan internal.Memasuki awal musim 2025/26, ketika Liga 1 kembali berganti nama menjadi Super League, tantangan eksternal pun muncul. Salah satu sponsor pendukung turnamen merupakan salah satu raksasa produsen rokok terbesar di tanah air.

Keputusan I-League sebagai penyelenggara liga dalam menggandeng produsen rokok tersebut tidak bisa sepenuhnya disalahkan.Justru, inilah yang harus menjadi sinyal bagi Persija dan segenap kelompok suporter untuk semakin konsisten memperjuangkan tribun tanpa asap.

Sebuah ironi ketika kampanye tribun tanpa asap gencar disuarakan di dalam stadion, di luar stadion berdiri megah tennant brand rokok, lengkap dengan Sales Promotion Girls (SPG) dan pertunjukan musik yang justru berasal dari kalangan suporter sendiri.Sekali lagi setiap individu berhak menentukan pilihan dalam hidup. Termasuk menyikapi keberadaan rokok di sekitar arena olahraga, khususnya tribun sepak bola. Kini yang harus difokuskan adalah komitmen menjaga tribun yang bersih dari asap rokok. Sehingga, pertunjukan sepak bola dapat menjadi sesuatu yang inklusif bagi semua kalangan.

0 Comments

Leave a Comment