JakOnline – JakOnline menggelar diskusi bertajuk Nyore by JO di Warkopien, Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7) sore. Mengangkat tema mengenai ekosistem informasi Persija Jakarta, diskusi tersebut mempertemukan tiga media komunitas besar di Jakarta yakni JakOnline, Jacatra.net, dan Sepakbola Jakarta. Diskusi berlangsung dengan membahas peran masing-masing elemen, mulai dari media komunitas, suporter, hingga media massa konvensional, dalam menciptakan ruang informasi yang sehat di tengah derasnya arus informasi digital.
JakOnline yang bertindak sebagai inisiator acara diwakili oleh Abdillah yang juga tampil sebagai moderator. Jacatra.net diwakili oleh Rizqy “Ikin” Ariandi, sedangkan Sepakbola Jakarta mengirim Rizki Darmawan. Dari perwakilan suporter ada Ketua Umum The Jakmania Diky Soemarno, sementara itu perwakilan media konvensional ada Harry Prasetya dari BolaSport.com.
Poin kesepakatan pertama yang lahir dari pertemuan tersebut adalah tentang peran media komunitas. Di tengah cepatnya penyebaran informasi, media komunitas dinilai memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyampaikan kabar terbaru, tetapi juga memberikan konteks, edukasi, dan pemahaman kepada audiens. Dengan posisi yang dekat dengan suporter, media komunitas diharapkan mampu menjadi rujukan informasi yang kredibel sekaligus mendorong lahirnya diskusi yang sehat.
Poin kedua menekankan pentingnya peran audiens dalam menyikapi setiap informasi yang beredar. Di era sekarang, kemudahan mengakses informasi melalui media sosial membuat setiap orang dapat menjadi penyebar informasi. Oleh karena itu, kemampuan untuk memilah sumber informasi menjadi hal yang penting agar tidak memperbesar ruang bagi misinformasi.
Dari sisi klub, keterbukaan komunikasi juga menjadi salah satu poin yang perlu diperhatikan.
Sementara itu, poin ketiga dinilai sebagai yang paling penting yakni Persija, sebagai obyek utama dalam isu ini, dinilai perlu lebih proaktif dalam menyampaikan informasi kepada publik, terutama terkait isu-isu yang berkembang di sekitar klub. Komunikasi yang terbangun secara konsisten dinilai dapat mengurangi munculnya asumsi liar, sekaligus memperkuat kepercayaan antara klub, media, media komunitas, dan suporter.
Hubungan yang baik dengan media juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tersebut. Baik media massa maupun media komunitas memiliki peran sebagai penghubung informasi kepada publik. Dengan komunikasi yang terbuka, informasi yang diterima suporter diharapkan menjadi lebih utuh, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Arah diskusi dalam Nyore by JO mengerucut pada kesamaan pandangan bahwa membangun ekosistem informasi Persija merupakan tanggung jawab bersama. Mulai dari klub yang perlu menghadirkan komunikasi yang lebih terbuka, lalu ada media massa yang menjaga profesionalisme dalam menyampaikan informasi, media komunitas yang memiliki fungsi edukasi, hingga suporter yang diharapkan semakin bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.(JO)
